Sadarlah Wanita -KetikaAku- #CerpenHarian
Aku rasa terkadang aku egois. Membiar kan seseorang jatuh dalam bayang bayang 'aku mencintainya' menginginkan seseorang itu tanpa perasaan lebih selalu ada di sampingku, menuntut agar dia tetap menjadi teman ku setelah ku tolak cintanya —sangat egois mungkin—.
Aku sadar dia berhak membenciku setelah ku hanya menerimanya sebagai teman bukan sebagai kekasih. Terlalu kejam bahkan. Aku sadar betul itu. Namun, di lain sisi aku ingin terus bersamanya, ber cerita bersama nya seperti dulu, rindu rasanya. Rindu dia sebelum dia mempunyai perasaan seperti ini. Kau tau. Aku hanya menerima mu sebagai teman karna aku tau betul aku tidak sebaik yang kau pikirkan, yang kau bayangkan, yang kau impikan. Itu bukanlah aku. Aku tak mau menyakiti hati seseorang, tapi kurasa ku sudah melakukannya. Ya, aku bodoh menolak pria baik baik dan menerima pria jahat. Jika mereka tau, mereka pasti berkata "GOBLOK, dia itu baik, tidak seperti si X" Benar dia baik, tapi aku tak cinta, ku takut terlalu menyakitinya bila aku dengannya. Bukankah cinta tidak bisa di paksakan? Dan sekarang bimbang melanda. Dilema menyusuri hati ini. Terlalu labil dan terlalu mengikuti kata orang.
Aku sadar dia berhak membenciku setelah ku hanya menerimanya sebagai teman bukan sebagai kekasih. Terlalu kejam bahkan. Aku sadar betul itu. Namun, di lain sisi aku ingin terus bersamanya, ber cerita bersama nya seperti dulu, rindu rasanya. Rindu dia sebelum dia mempunyai perasaan seperti ini. Kau tau. Aku hanya menerima mu sebagai teman karna aku tau betul aku tidak sebaik yang kau pikirkan, yang kau bayangkan, yang kau impikan. Itu bukanlah aku. Aku tak mau menyakiti hati seseorang, tapi kurasa ku sudah melakukannya. Ya, aku bodoh menolak pria baik baik dan menerima pria jahat. Jika mereka tau, mereka pasti berkata "GOBLOK, dia itu baik, tidak seperti si X" Benar dia baik, tapi aku tak cinta, ku takut terlalu menyakitinya bila aku dengannya. Bukankah cinta tidak bisa di paksakan? Dan sekarang bimbang melanda. Dilema menyusuri hati ini. Terlalu labil dan terlalu mengikuti kata orang.
Komentar
Posting Komentar