Si Pecundang #CerpenHarian
Sebut saja ia si pecundang. Entah siapa namanya tapi aku lebih memilih memanggilnya dengan sebutan itu. Ia seorang perempuan, perempuan yang amat lugu, yang tak mampu menyajikan dirinya sendiri dalam metamorfosa dunia ini. Unik memang, aku pun terperangah ketika mengetahui bahwa masih ada manusia seperti itu di dunia ini. Terlalu kolot, terlalu lugu, terlalu aneh. Bersembunyi di balik keluguannya, berkutat dalam kekolotannya, dan sering bermain dalam imajinasinya. Unik, tapi tidak mengagumkan. Cenderung aneh. "Dasar pecundang, kau ini membuat semua orang terperangah dengan keanehanmu" Ingin ku berkata terus terang sepeti itu namun aku sadar, dia juga manusia memiliki banyak kekurangan seperti kami.
Ketika dunia berputar, dia tetap dengan pendiriannya, berdiri di suatu poros, yang menyebabkan ia tidak ikut berputar, ber stuck ria dengan keteguhan hatinya dan keluguannya. Sulit di mengerti. Sungguh tak dimengerti, susah untuk di tafsirnya. Terlalu kolot dan kaku. Kata seorang lelaki "Menarik memang, tetapi terlalu aneh untuk di permainkan, kolot dia" Dasar lelaki. Selalu saja ada kata kasar yang menyakiti perempuan. Dia memang kolot tapi unik. Bukan kah seseorang mempunyai sisi baik dan buruk?Tentu saja, dia punya sisi baik, walaupun kolot. Dia itu unik. Perlu di museumkan. Perlu di abadikan. Dan beginilah caraku mengabadikannya.
27 Maret 2017
Komentar
Posting Komentar